Ini Alasan Kegagalan Juve di Final UCL 2015 menurut Alves

Ini Alasan Kegagalan Juve di Final UCL 2015 menurut Alves

Ini Alasan Kegagalan Juve di Final UCL 2015 menurut Alves

Dikatakan oleh bek Internasional Brazil tersebut bahwa para pemain Bianconneri tampil lebih tegang saat menghadapi Barcelona dua tahun lalu, mereka tidak bermain lepas seperti biasanya, sehingga para pemain Blauragan memanfaatkan hal tersebut untuk mencetak tiga gol kemudian memenangkan laga.

Salah seorang pemain andalan Juventus, Daniel Alves, angkat bicara mengenai kegagalan yang pernah dialami timnya saat bermain di partai final Liga champions Eropa dua tahun silam. Sebagaimana diketahui, saat itu Juventus gagal menjadi juara usai dikalahkan dengan skor telak 3-1 oleh raksasa Catalan, Barcelona.

Padahal, sebelumnya, Bianconneri tampil sangat solid, dibawah arahan Max Allegri, mereka berhasil singkirkan tim-tim besar seperti Borussia Dortmund, AS monaco dan berlanjut ke Real madrid pada babak semifinal. Sayangnya, menghadapi Barca yang juga berada di ambang treble winner ketika itu, Juventus justru lemas tak berdaya, gelontoran gol Ivan Rakitic, Luis Suarez dan Neymar Jr tak terbendung buffon. Skor 3-1 memupus mimpi Juventus untuk mengangkat trofi Liga champions Eropa untuk kali pertama sejak terakhir di tahun 1996 silam.

Daniel Alves sendiri yang masih berkostum Barcelona ketika itu melihat bahwa Juventus tampil bagus, sayangnya, mereka seperti terlalu hormat dengan Barcelona, sehingga tidak bermain lepas, penuh rasa tegang, sampai-sampai tak mampu membendung laju tiga striker Raksasa Catalan yang kemudian memegang peran besar atas kemenangan yang diraih Barca.

“Final Liga Champions 2015, menurut saya Juve seharusnya bisa memberikan perlawanan lebih bahkan mungkin memenangkannya. Mereka punya semua modal kala itu,”

“Namun satu hal yang saya lihat adalah Juve terlalu menghormati Barca. Tak masalah jika itu ditampakkan sebelum duel, tapi mereka seperti masih mempertahankannya ketika pertandingan berlangsung. Begitu tegang, terlalu berhati-hati, tidak bisa bermain lepas.”

“Sikap seperti itu tak boleh ada di final atau ketika menjalani duel. Kita justru harus merasa lebih hebat, lebih lapar, sehingga hasrat untuk menang semakin besar. Sekarang saya bisa melihat jika Juve sudah banyak belajar dari kesalahan,” demikian ujar Alves, seperti dikutip Sky Sport Italia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *